Tuesday, 15 March 2016

Sentra batu akik butuh alat modern

Sukabumi, Sentra batu akik Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang berada di Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten saat ini membutuhkan bantuan alat modern sebagai sarana pembuatan batu perhiasan tersebut.
"Selama ini masyarakat atau perajin batu akik di sini masih menggunakan alat tradisional, bahkan alatnya dirakit sendiri mulai dari alat potong, penggosok sampai penghalus," kata Kepala Desa Datarnangka, Aris Slamet kepada Antara, Sabtu.


Menurut Aris, karena keterbatasan alat ini banyak pengrajin kesulitan melayani pesanan order batu akik, sehingga kesulitan mendongkrak penghasilan para perajin. 

Walaupun saat ini sudah ada sekitar 300 kepala keluarga yang menjadi perajin batu akik dan omset mencapai puluhan miliar rupiah, tetapi karena keterbatasan alat sehingga tidak bisa mendongkrak kuantitasnya.

Namun, dengan menggunakan alat tradisional ini untuk kualitas bisa bersaing dengan produk lainnya baik di nasional maupun internasional. Sehingga, dengan adanya bantuan alat yang sudah modern ini diharapkan bisa mendongkrak kuantitas dan kualitas batu akik asal warga Datarnangka.


"Walaupun saat ini sudah ada bantuan, tetapi kurang mencukupi. Selain bantuan alat, kami juga membutuhkan modal karena selama ini perajin hanya dengan menggunakan modal seadanya. Jika modalnya yang dikeluarkan besar pasti pendapatan warga akan bertambah karena batu akik dari Sagaranten ini sudah dipercaya kualitasnya baik di dalam maupun luar negeri," katanya.

Aris mengatakan, walaupun pembuatan produk bati akik di daerahnya masih menggunakan alat tradisional tetapi sudah diekspor hampir ke seluruh benua, baik Asia, Afrika, Eropa maupun Amerika. Bahkan, 80 persen produk dari Datarnangka ini untuk diekspor dan sisanya untuk pasar lokal dan nasional.

Salah seorang perajin batu akik, Asep mengatakan, alat produksi pembuatan batu akik miliknya hasil karyanya sendiri dengan cara dirakit. Mulai dari alat potong, gosok hingga bakar. Jika ada bantuan alat yang lebih modern ia yakin kuantitasnya akan terdongkrak dan kualitasnya dipastikan lebih baik dari saat ini.

"Selain kekurangan alat, sumber daya manusia pun kurang di sini. Sehingga memproduksi batu akik, saya libatkan istri, orang tua, mertua dan tetangga saya. Omset bersih setiap bulannya sudah dipotong dengan biaya gaji pengrajin mencapai Rp5 juta," katanya.

Daftar Nama Batu Cincin Berwarna Hijau yang Paling Populer


Diberbagai wilayah kepulauan di Indonesia hampir ditemukan berbagai jenis batu mulia/batu akik. Berbagai jenis batu akik itu bisa kita temukan mulai dari ujung Propinsi Aceh hingga ke Papua. Dari semua jenis batu yang terdapat di negeri ini yang paling digemamari oleh para pecinta batu cincin adalah batu yang berwarna hijau. Berdasarkan pantauan kami ada beberapa batu berwarna hijau yang paling populer antara lain:

1.Batu Zamrud (Emerald)
Batu Zamrud merupakan jenis batu permata atau batu mulia yang memiliki warna hijau muda sampai hijau tua. Zamrud termasuk mineral silikat beril (mengandung beryllium) dan warna hijaunya disebabkan oleh kelumit kromium. Adanya vanadium dan besi yang menyertai kelumit kromium akan menyebabkan ragam zona pada warna hijau tersebut. Kekerasan zamrud termasuk tinggi (7,5 dalam skala Mohr).
Penghasil zamrud kualitas tinggi adalah Kolombia, Siberia, Afrika Selatan, Zimbabwe, Australia, dan Brasil.
2. Batu Bacan (Chrysocolla)
Batu Bacan (chrysocolla) adalah batu permata asli dari alam Pulau Bacan Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Selain warna hijau – biasa disebut bacan Doko – karena asalnya dari daerah Doko, ada juga yang berwarna kebiruan dan biasa disebut bacan Palamea dari wilayah Palamea.
Batu jenis ini ada di Taiwan dan disebut blue jade dan jade yang berwarna hijau. Untuk itu bacan Doko maupun bacan Palamea sering disebut Giok Indonesia.
3. Batu Garut
Ada banyak jenis batu dari Garut, namun yang paling pupoler adalah batu hijau Garut yang berasal dari Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut. Batu Hijau Garut sudah mulai dikenal, terbukti dari beberapa wilayah di garut selatan hampir seluruh kalangan masyrakat mengenakan cincin Batu Hijau Garut, bahkan penjualan Batu Hijau Garut saat ini sudah menjadi sebagian dari Mata Pencarian di Kec. Bungbulang. Jika anda ingin mencari Batu Permata di Kec. Bungbulang tidaklah sulit, anda akan dengan mudah menemukan pengrajin dan penjual Berbagai Jenis Batu Permata.
Keindahan Batu Garut Konon telah membuat orang-orang dari negeri seberang seperti Taiwan & Korea datang ke Indonesia khusus untuk mencari dan mengoleksi batu jenis ini. Baca juga :   Batu Hijau Botol Garut Bungbulang

4. Batu Topaz
Topaz adalah mineral silikat yang terdiri dari aluminium dan fluorin dengan formula kimia Al2SiO4(F,OH)2. Topaz mengkristal dalam bentuk ortorombik dan sebagian kristalnya berbentuk prisma berujung piramida atau bentuk lain.
Topaz sering dikaitkan dengan batuan beku silisik jenis granit dan riolit. Mineral ini mengkristal di dalam pegmatit granit atau lubang uap di aliran lava riolit seperti di Pegunungan Topaz di barat Utah. Topaz dapat ditemukan bersama fluorit dan kasiterit di berbagai daerah termasuk Pegunungan Ural dan Ilmen di Rusia, Afghanistan, Sri Lanka, Republik Ceko, Jerman, Norwegia, Pakistan, Italia, Swedia, Jepang, Brazil, Meksiko, Pulau Flinders, Australia, Nigeria, dan Amerika Serikat.
5. Batu Lumut Sungai Dareh
Batu Sungai Dareh salah satu jenis batu permata yang sangat diminati dan menjadi buruan banyak orang terutama mereka yang hobi mengoleksi batu-batu unik dan antik. Batu ini dikenal dengan sebutan ‘Lumuik atau Batu akik Lumut Hijau Sungai Dareh asal Dharmasraya Sumatera Barat.
Konsentrat dulang Lumut Sungai Dareh setelah diperiksa di labo­ratorium, mengandung 48 persen mineral magnetit dan 30 persen mineral hematit dan ilmenit, yang mengandung unsur tembaga, timah hitam, seng, perak dan emas, masing-masing 171 gram/ton, 124 gram/ton, 20 gram/ton, 5 gram/ton, dan 0,045 gram/ton.
Demikian artikel dari kami tentang Daftar Nama Batu Cincin Berwarna Hijau yang paling Populer. Semoga artikel singkat ini bermanfaat bagi anda.

Batu Akik Hijau Ohen Yang Melegenda





Jakarta - Akik Ijo Ohen yang bewarna hijau cemerlang merupakan akik legenda dari Garut. Akik ini ditemukan Aki Ohen saat mencangkul di sawahnya. Dari mulut ke mulut tersebar hingga banyak kolektor datang dan akhirnya membeli batu itu.


Dimulai dari Aki Ohen itu, kemudian banyak penggali batu memburu batu hijau. Apalagi bongkahan batu milik Aki Ohen saat itu di tahun 70-an sudah laku hingga Rp 1,5 juta. 


Boleh dicek di Jakarta Gems Center di Rawa Bening, Jaktim, Ijo Ohen sudah tak ada lagi. Akik ini langka dan kalaupun ada harganya sampai jutaan rupiah. Seorang pedagang batu di Rawa Bening bahkan menyebut kalau batu ini sampai dipalsukan.


"Nah sekarang ada batu mirip Garut, namanya‎ Chrysopase batu luar negeri, asalnya Afrika, disortir di Bangkok, aslinya putih, ditambah warna di Bangkok, jadi ijo. Dibawa ke Indonesia, dibikin surat atas nama laboratorium lokal, disebut dari Garut," jelas Ivan, pedagang akik di Rawa Bening dalam perbincangan akhir pekan lalu.


"Kalau Garut asli, seratnya kayak serat kayu, genggangnya nggak ada. Orang-orang sekarang percayanya surat-surat sih, bukan batu, kalau orang dulu liatnya dari serat, bukan surat-surat," tambah Ivan.


Ijo Ohen ini yang kemudian banyak dipalsukan. Maklum saja batu ini sudah masuk batu koleksi, batunya pun ada dalam jumlah terbatas. Batu ini tambangnya sudah tidak ada, jadi berbeda dengan batu-batu lainnya.


"Batu Ohen ini masterpiece dari Garut. Di sana (Garut-red) juga sudah tidak ada galian lagi," jelas Ivan.


Sementara menurut praktisi batu Garut yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia batu akik, Asep Kuswara, batu itu memang sudah tidak ada lagi. Yang namanya Ijo Ohen itu ya satu-satunya yang ditemukan Aki Ohen almarhum.


"Dicari uratnya, jalur batunya juga nggak ada lagi batu yang sama," imbuh Asep.


Karena namanya yang legendaris, Asep menyebut tak heran kalau di Garut juga banyak yang mengaku-ngaku memiliki batu Ijo Ohen.


"Batu ini mah sudah ada di tangan kolektor, kalau ada juga harganya mahal. Seringnya yang mengaku batu ijo Garut biasa, tapi disebut Ijo Ohen," jelas dia. Ijo Ohen memiliki warna hijau tak sepekat batu biasa. Tapi warnanya terlihat jernih.

Medali Asian Games Terbuat dari Batu Akik?

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyampaikan Indonesia sangatlah kaya sumber daya alam. Bahkan juga tak ada satu juga negara yang menandingi kekayaan alam Indonesia. Satu diantaranya batu akik, yang bermacam dan sama khas Indonesia.
Souvenir KAA Bandung dari Batu Akik
Souvenir KAA Bandung dari Batu Akik
” Batu akik Indonesia paling baik. Saya bakal buat jadi batu akik juga sebagai sumber daya alam yang bakal disumbangkan untuk medali Asian Games, ” kata Imam dalam seminar dan diskusi nasional Direktorat Penelitian dan Dedikasi Orang-orang Kampus Indonesia (UI) di Balairung UI, Kamis, 13 Agustus 2015.
Menurut Imam, batu akik dapat jadikan sumber untuk mempromosikan sumber daya alam Indonesia. Satu diantaranya memasangkan batu akik khas Indonesia pada medali Asian Games.
Batu akik, kata dia, bakal jadikan sisi terutama juga sebagai hadiah untuk peserta yang ikuti kejuaraan olahraga tingkat Asia itu. ” Terkecuali akik, akan ada bonus yang bakal kami berikanlah, ” ucapnya.
Bahkan juga Imam mengakui tak pernah melepas batu akik di jarinya juga sebagai arena mempromosikan sumber alam yang dapat dipakai untuk perhiasan itu. ” Saya senantiasa kenakan batu akik, ” katanya.
Terkecuali Menpora, seminar dan diskusi yang diadakan DRPM UI itu di hadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri.

Cara merawat jenis batu akik fosil kayu


dengan cara pengolesan secara rutin. Bisa dengan menggunakan minyak kayu putih dan baby oil.  Agar kualitas batu akik tersebut semakin tinggi, penerapan cara perawatan yang tepat dan teratur memang harus selalu dilakukan. Teknik perawatan tersebut terbilang tidak sulit. Sehingga setiap pemilik batu akik, walaupun termasuk pemula bisa melakukannya dengan mudah.

Metode perawatan yang diterapkan ini dengan menyiapkan minyak kayu putih dan juga baby oil. Langkah pertama dengan mencampurkan kedua bahan tersebut, dengan perbandingan baby oil sebanyak dua takaran. Sedangkan minyak kayu putih sebanyak satu takaran. Langkah selanjutnya dengan melakukan pengolesan dengan merata di permukaan batu akik tersebut.
Cara perawatan batu akik fosil kayu tersebut bisa diterapkan dengan teratur  di setiap 3 hari sekali. Tujuan teknik perawatan tersebut ialah agar batu fosil kayu itu tetap tampil mengkilap. Sehingga kualitasnya semakin menanjak dan memiliki harga yang semakin tinggi. Terdapat sejumlah jenis batu akik fosil kayu, seperti fosil kayu jati, kayu cendana, kayu kelapa, kayu merah, kayu hitam, kayu kelor dan kayu bertuah.
Teknik perawatan dengan pengolesan perpaduan minyak kayu putih dan baby oil tersebut bisa diterapkan pada berbagai macam jenis batu kayu fosil kayu tersebut. Bisa dikatakan keberadaan batu fosil kayu semakin sulit ditemukan di pasaran. Karena semakin langka, oleh karena itu harganya semakin melonjak.



Wednesday, 3 February 2016

KIRIMAN PAKET

KIRIMAN PAKET BAHAN SINTETIS

Dijamim Selamat Sampai Tujuan !!!

Kirim Via Jasa Pengiriman JNE/POS/TIKI













TIPS MENGKILAP KAN BACAN SINTETIS

TIPS MENGKILAP KAN BACAN SINTETIS

1.Ambil Sehelai Lap Kain Katun 
2.Sediakan Cream atau Cairan Pengkilap Sintetis(Coumpon atau Sanpoli)
3.Bubuhkan Ciran atau Cream Pengkilap Sintetis Pada Lap Katun
4.Poleskan secara Merata Gosok Sampai Body Glass maksimal

Contoh Produk Cairan Pengkilap Sintetis(Coumpon atau Sanpoli)
Bisa Gampai didapat Tersedia Di Toko Toko Bangunan